SWITCH—4🍷

Hards Words.


SWITCH 

—4🍷

P.s

(Aa); Irene POV.

__________________________________________

Gaun berwarna merah begitu indah membaluti tubuh kecil milik Bae Irene, kini ia melangkah ke pesta kekasihnya Park Ji-Sung serta mencari dimana keberadaan Ji-Sung. Pesta begitu ramai dan tentu saja Irene menjadi pusat perhatian karena terlihat begitu menawan. Mata nya mengedar pelan sebelum tersenyum menemukan Ji-Sung yang melambaikan tangan kearah nya lantas menghampiri Irene.

“Astaga, sayang. Kau cantik sekali.”

Ji-Sung memujinya seraya memeluk Irene yang ikut membalas. Irene tersenyum dengan tangan yang mulai ia kalungkan di leher jenjang kekasih nya itu. “Tentu saja Ji-Sung. Aku berdandan hanya untukmu, karena ini hari yang sangat spesial untukmu.”

“Benarkah?”

“Hmm, dan tentu saja aku punya kado yang juga spesial untukmu.”

Irene mengambil satu kantong yang ia siapkan sebelum kesini lantas memberi nya pada Ji-Sung dengan senang, pun kekasihnya itu yang terlihat begitu bahagia. Sementara pusat perhatian kini menuju kearah mereka berdua. Siapapun pasti akan terpesona dengan kehadiran pasangan ini. Bae Irene yang terkenal dengan kecantikan nya bak dewi Yunani dan Ji-Sung yang menjadi semua incaran wanita manapun.

“Terimakasih sayang, aku mencintaimu.”

“Tentu, apapun untukmu. Dan satu kado lagi akan aku berikan di ujung acara pesta ulang tahunmu.” Irene tersenyum lalu berbisik. “Hanya kita berdua, ini lebih spesial.”

Ji-Sung tersenyum kembali sebelum dengan berani memberi satu kecupan dibibir gadis cantik Bae Irene hingga sorak ramai begitu berdengung di ruangan pesta malam ini.

“Oh! Aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang. Sebentar.”

Ji-Sung mengedarkan pandangan mencari seseorang membuat Irene juga mengikuti pandangan Ji-Sung hingga kedua manik nya menemukan Pria tampan yang sedang memegang segelas wine dengan gaya casual. Terlihat begitu menawan dan. 

“Dingin,” Gumam Irene.

“Kim Taehyung!” Ji-Sung menyerukan nama Kim Taehyung hingga Pria tampan itu menoleh dengan tatapan tajam nya, Irene rasa mereka tidak akan bisa berjalan dengan baik jika saling mengenal, Irene terlalu menganggap Pria semacam itu— Jual mahal dan sok menolak alih-alih tebar pesona sana sini 

“Hei man, kau sendiri? Dimana park Jimin, kenapa dia tak bersamamu?”

(Park Jimin? Apa kekasih Seulgi?)

“Tidak, Pria cebol itu mengatakan jika ia akan pergi dengan kekasihnya. Ada apa kau memanggilku?” 

Ucapannya datar, wajahnya datar namun satu gelas cantik yang Taehyung pegang dengan warna merah nya begitu serasi dan menawan. Menambahkan kesan dewa Yunani jaman kuno, bahkan tanpa melakukan apapun Irene yakin Taehyung adalah pria yang dapat dengan mudah menarik wanita manapun untuk masuk dalam ranjang dan menyebutkan nama Pria itu dengan mudah.

“Aku hanya ingin mengenalkan Kekasih ku.” Ji-Sung berseru dan menoleh kearah Irene, “Kekasihku. Bae Irene si Dewi Yunani, dia terkenal di kampus kita Taehyung. Tak mungkin kau tak mengenal nya kan?”

“Hm, tentu, aku mengenal nya.”

(Dia mengenalku? Kim Taehyung?)

“Baguslah.” “Sayang kenalkan ini Kim Taehyung dia adalah temanku—”

“—Kau bukan teman ku.”

“Ayolah Kim.” Ji-Sung membawa tangan Irene untuk berjabat, sedang kan Kim Taehyung hanya terdiam sejenak. 

Mata hitamnya terlihat begitu kuat seakan memang bisa dengan mudah menjerat wanita manapun. Irene terdiam sejenak. Taehyung memberikan kesan dewasa dan erotis dalam satu waktu. “Bae— Irene.”

“Kim Taehyung.”

Setelah pergejolakan diam Taehyung, akhirnya Pria itu menyambut tangannya mungil Irene dan demi Tuhan. Tangan kasar nya serta jari lentiknya begitu besar untuk ukuran Irene, sejenak memberikan sengatan listrik pada sekujur tubuhnya.

“Sudah? Aku akan pergi sekarang.”

“Sebentar! Bisa kau temani kekasih ku dulu? Aku akan mengambil beberapa wine di kamar ku. Khusus untuk mu, kim.” Ucapan Ji-Sung membuat Irene menoleh lantas menggelengkan kepala pelan yang jelas menolak.

“Hanya sebentar Kim?”

“Baiklah.”

(Diterima?!)

“Oke tunggu dulu sebentar, sayang.”

Ji-Sung berjalan meninggalkan Irene yang masih mengerjap pelan dan selanjutnya ia benar-benar tidak tau harus melakukan apa tanpa melakukan kontak wicara maupun mata dengan Kim Taehyung. Sedikit aroma dewasa:Mint, lavender serta Citrus begitu menyengat masuk dalam penciuman Irene dan sedikit membuatnya pusing.

“Jadi kau Bae Irene?”

“I-iya?”

“Benar kata orang-orang, kau terlihat begitu arogan. Pencari perhatian.”

(Ap-apa?!”

“Apa maksud mu?” Irene berusaha tersenyum manis menanyakan hal yang baru saja Taehyung ucapkan. Meski demi Tuhan, Irene ingin sekali mencekik leher Pria tampan— Oh, tidak angkuh. Hilang semua citra menawan si pretelan dewa Yunani, Kim Taehyung.

“Kau mengerti maksud ku Irene-ssi.”

“Dengar Kim Taehyung! Aku tak berniat mencari masalah dengan mu. Kita baru saja kenal dan kau mengatakan hal bodoh— dan tak berguna untuk ku?” Irene berkata kesal. Menahan sedikit emosinya sejenak dengan memejamkan mata. 

(Tahan Bae, tahan. Satu, dua, tiga—)

“Bukan tak berguna, kau memakai gaun seperti ini jelas untuk memancing Pria kan?”

(Bajingan!)

“Well, aku memang berniat begitu. Tapi bukan untuk Pria manapun, melainkan Ji-Sung, kekasih ku.”

“Kau bodoh jika memang begitu.”

(Tinggalkan saja, tinggalkan sungguh Bae, tinggal kan saja dia.)

“Aku tak perlu pendapat mu Taehyung-ssi. Terimakasih telah menemaniku. Aku akan mencari Ji-Sung.” Irene bergegas pergi setelah dengan terpaksa tersenyum dengan kesal dan mencari Ji-Sung yang belum juga kembali.

“Sialan! Memangnya siapa dia?”










TBC







Komentar